Senin, 26 Desember 2022

Catatan di penghujung 2022

 Hello again... ✋

Ternyata janji dari berbulan-bulan lalu yang katanya mau rajin nulis masih saja sulit untuk dicari waktu kosongnya, alhasil ga ada tulisan yang bisa diunggah selama kurun waktu tersebut. 

But, here I am. Ditengah liburan panjang anak sekolah, duduk-duduk termenung sendirian di kamar, sesekali menonton, begitu saja sampai rasanya duuuhhh begini ya jadi pengangguran sungguh bosen bangetttttt.... pengen teriak-teriak karena kegabutan. Terbiasa sibuk disekolah dan banyak aktivitas lain bikin hari libur yang banyak ini jadi kaya penjara. Mau liburan tapi tiketnya awal tahun. Mau keluar tapi gaji belum turun. Serba salah emang jadi orang yang ga punya kerjaan dan ga pegang uang 😅

Liburan gini orang-orang (baca: temen-temen) udah sibuk sama keluarganya masing-masing. Ada yang mudik, ada yang liburan keluarga. Kalo gini kan jadi makin besar keinginan untuk segera punya keluarga sendiri... 

Sering banget mikir, aku hidup itu udah sesimple mungkin, udah ga ada keinginan apapun, dulu punya keinginan untuk sekolah ke luar negeri sekarang udah ikhlas aja, aku sadar diri belum punya kemampuan untuk itu, bukan karna aku menyerah lebih karena aku pasrah aja. Aku jadi ada mimpi-mimpi lain, ya mungkin jika bukan aku nantinya bisa anak-anak ku yang mewujudkan itu. 

Sekarang pengennya menjalani hidup dengan seringan mungkin, sesederhana mungkin. Tapi masalahnya keinginan untuk bertemu jodoh tak sesederhana itu. Bagi beberapa orang mereka bertemu dan disatukan dengan begitu mudahnya. Tapi buat aku kayaknya, aku harus banyak minta dan merayu Yang Kuasa agar dipantaskan dan disegerakan. Bagi-Nya ini sederhana, tapi bagi aku yang menunggu dengan harap-harap cemas terasa berat dan harus sabar, meluaskan lagi hati agar Ia senantiasa merahmati. Dalam masa menanti, aku banyak intropeksi, mungkinkah Ia ingin agar aku sabar dan terus melapangkan hati, karena dalam rumah tangga nanti tidak selalu hal indah yang menanti terkadang ada bumbu-bumbu yang bikin kita harus selalu kembali kepada Yang Menguasai Hati. 

Teruntuk diriku, ini catatan di penghujung tahun 2022. Terimakasih untuk segala sabar, lelah dan canda tawa di tahun ini, aku bangga dengan diriku. Kita tidak perlu menjadi siapa-siapa untuk merasa bangga. Cukup jadi diri yang selalu apa adanya, yang selalu memberi dan bijaksana, yang sabar dan terus luaskan hati, ingat sebelum ada ia yang bertahta, harus selalu ada Allah dan RasulNya dalam hati dan jiwa. Agar mudah jalanmu menuju cintaNya, bukan hanya di dunia tapi juga di akhirat. 

Terimakasih 2022, terimakasih anak-anak yang sudah mengisi dan menjadi humor untuk ibu, terimakasih juga untuk segala doa kalian yang pengen ibu cepet punya suami hehe. Semoga ga lelah ya doain ibu.. 

Teruntuk diriku di 2023, terus semangat yaa dalam mengajar anak-anak, semangat untuk kegiatan-kegiatan yang sudah didepan mata, terus jaga produktivitas dan terus sabar untuk ga lelah meminta sama Allah yang terbaik, jangan pernah ngerasa putus asa dihadapan Allah, karena aku yakin Dia punya rencana yang lebih baik untuk diriku, Dia tahu yang terbaik untuk aku. Yang terpenting jangan pernah sombong untuk selalu minta, selalu berdoa, karena jodoh di tangan Allah dan cara satu-satunya adalah dengan diminta, hingga Ia kabul. Ingatlah bahwa Allah selalu mengabulkan permintaan hambanya. 

Teruntuk diriku, tubuh boleh lelah, hati harus senantiasa berpasrah tapi jangan sampai terputus dari rahmatNya. Kamu tidak harus selalu terlihat kuat, karna manusia itu memang lemah. Apalagi kalo kita merasa lemah dihadapan Allah, itu gapapa banget. Laa haula wala quwwata illa billah. 

Sekian dulu kali ya catatan ini, hari ini rasa-rasanya lagi melow banget, nulis begini aja mata udah berair, hidung juga udah basah hehe. 

See you next time, bhayyy...

Tidak ada komentar: