Laporan Oh Laporan, betapa indahnya cover depanmu dengan dihiasi oleh kata pengantar, lembar pengesahan dan daftar isi. Laporan, sungguh sabar aku melihat lembaranmu yang berpuluh puluh itu. Lembaran yang membuatku menghabiskan waktu malamku untuk menyelesaikanmu.
Laporan, mengapa kau bagi tubuhmu menjadi beberapa bab? Sehingganya membuat aku harus menyelesaikan beb demi bab. Membuatku berkutik pada bab 3 yang masih sangat membingungkan bagiku.
Laporan haruskah kau memiliki tempat untuk tulisan kasusku? Haruskah aku tuliskan pivasi klienku tentang penyakitnya, agar kau menjadi tahu untuk lebih mengerti bagaimana rasanya.
Bagiku kau tak lain adalah si karya ilmiah itu hanya saja kau lebih terperinci kepada proses keperawatanku. Laporan, jujur aku tak pernah marah padamu aku hanya kesal dengan format bagian tubuhmu yang suka diganti dengan sembarang membuatku harus mengubah beberapa bagianmu.
Laporan mungkin aku masih bodoh dan belum tahu apa apa tentang isi hatimu tapi yang aku tahu aku pasti dapat mengungkap isi pikiranmu. Walaupun aku tak dapat membaca isi hatimu.
Laporan terima kasih telah mengajari aku arti bersabar, teliti, rajin dan bertanggung jawab pada tugasku. Dan semoga ada hikmah dari setiap pembuatan bagian tubuhmu bukan hanya sekedar yang isi dengan copy ataupun paste tapi semoga aku dapat lebih memahami tentang keluhan para klienku itu. Aku yakin suatu saat aku dapat menjadi ahli dalam membuatmu, walaupun bukan saat ini. Tapi pembelajaran itu akan dimulai sejak saat ini sampai akhirnya aku mampu membuat dirimu dengan karangan juga kerja kerasku. Siapa tahu pengalamanku membuatmu akan memudahkan pekerjaanku suatu hari nanti. Selalu ada hikmah dari semuanya :) :)
#efek laporan belum selesai jadi begini nih. gapape ya yang penting tetap optimis :)
Laporan, mengapa kau bagi tubuhmu menjadi beberapa bab? Sehingganya membuat aku harus menyelesaikan beb demi bab. Membuatku berkutik pada bab 3 yang masih sangat membingungkan bagiku.
Laporan haruskah kau memiliki tempat untuk tulisan kasusku? Haruskah aku tuliskan pivasi klienku tentang penyakitnya, agar kau menjadi tahu untuk lebih mengerti bagaimana rasanya.
Bagiku kau tak lain adalah si karya ilmiah itu hanya saja kau lebih terperinci kepada proses keperawatanku. Laporan, jujur aku tak pernah marah padamu aku hanya kesal dengan format bagian tubuhmu yang suka diganti dengan sembarang membuatku harus mengubah beberapa bagianmu.
Laporan mungkin aku masih bodoh dan belum tahu apa apa tentang isi hatimu tapi yang aku tahu aku pasti dapat mengungkap isi pikiranmu. Walaupun aku tak dapat membaca isi hatimu.
Laporan terima kasih telah mengajari aku arti bersabar, teliti, rajin dan bertanggung jawab pada tugasku. Dan semoga ada hikmah dari setiap pembuatan bagian tubuhmu bukan hanya sekedar yang isi dengan copy ataupun paste tapi semoga aku dapat lebih memahami tentang keluhan para klienku itu. Aku yakin suatu saat aku dapat menjadi ahli dalam membuatmu, walaupun bukan saat ini. Tapi pembelajaran itu akan dimulai sejak saat ini sampai akhirnya aku mampu membuat dirimu dengan karangan juga kerja kerasku. Siapa tahu pengalamanku membuatmu akan memudahkan pekerjaanku suatu hari nanti. Selalu ada hikmah dari semuanya :) :)
#efek laporan belum selesai jadi begini nih. gapape ya yang penting tetap optimis :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar