PELANGIKU
''puti.. Jangan lari terus. Aku capek puti''
puti adalah temanku, sahabatku dan ia sungguh berarti
bagiku. Tanpanya hariku takkan seperti yang ku bayangkan.
Ia perempuan manis dengan segala tingkah lucunya, meskipun
ia sepantar denganku nyatanya ia lebih lucu dari pada aku. Dia baik dan
wajahnya yang baby face membuat setiap orang yang melihatnya mengira kalau ia
adalah adikku.
Aku memang lebih tinggi 15cm darinya, tapi ia tetap si
imutku.
''liaaan.. Ayo kejar lagi. yah payah makanya jangan tinggi
badan aja dong''
''aah kamu ya... Rese. aku mau marah''
''lho? Marah kok ngomong. Yaudah marah sanah''
aku pura pura marah dan membalikkan badan mau duduk. Capek.
Hihi nyatanya aku tak bisa marah darinya.
''nih minum.. Capek kan?'' ia menyodorkan minumnya padaku.
''iihh sebel sebel sebel..'' aku mengacak acak rambutnya
''apaan deh? ngacak ngacak?''
''ngga apa apa. Aku sebel sama kamu. Kenapa sih kamu harus
imut? Aku kan jadi susah moveon..''
''haha.. kayaknya aku tau deh quote itu. itu kan kata kata
kamu buat akuu haha''
''iih geer banget. Emang mau banget aku bilang imut?''
''kan emang gitu kenyataannya wee''
nyebelin. Terus aja gitu. Bikin aku sebel. Tapi wajahnya
bikin aku gabisa marah sama dia.
''kamu tau gak?''
''nggak, dan gamau tau''
''kamu itu seseorang paling baik buat aku. Kamu itu baik
banget sama aku. Kamu itu pelanginya aku kalo habis ujan, soalnya cuma kamu
yang bisa buat aku senyum setelah air mata itu mengalir''
''haaaa.. Kamu ko gitu sih ngomongnya. kamu juga bagai pohon
buat aku yang selalu menabur oksigen dari setiap karbon yang ada. Kamu itu
bunganya aku yang setiap hari mekar:)''
''hihi kita kok jadi mainan kata kata gitu sih. Eh tapi
lanjutin yuk. Bagus bagusan. Berani gak?''
''yee siapa takut. Ayo dari kamu lagi.''
''oke oke. Kamu itu kaya bangku yang siap aku dudukin saat
aku lelah. Dan kamu seperti bintangnya aku tapi bedanya gak perlu malam hari
buat nemenin tidurku justru sehari hari''
''oooohh. Kamu itu seperti alarm yang gak perlu nunggu bunyi
untuk mengingatkanku. Dan kamu itu jendelaku karena darimu aku mengenal dunia
ini''
''haha.. Sosweet. kamu itu kaya baju yang aku perlukan
setiap waktu, setiap hari dan seterusnya. Kamu juga buku ku yang siap membagi
isinya kepadaku.''
''isi apa sih say? Haha. Kamu bagai kupu kupu bagiku karena
kamu bikin aku terbang dengan indahnya bersama mimpi mimpi kita''
''isi dari impian kita lah cinta. Oke udahan deh, kita
istirahat dulu ya?''
''oke.. Eh kemarin ada laki laki nyariin kamu tuh. Tapi kok
aku ga kenal ya? Mukanya asing gitu deh''
''oh iya aku belum cerita sama kamu. Dikelas aku dapet anak
baru, lumayan cakep tapi dia baik banget, dia sebangku sama aku. Namanya
anjar''
''pantesan, dia nyariin kamu. Emang udah berapa lama?''
''belum lama banget sih, ya kira kira tiga harian lah. Besok
aku kenalin deh, dia baik kok''
''oke deh terserah kamu aja. kita pulang yuk udah lama nih
kita disini''
aku menarik tangannya, dan mengajaknya pulang tapi sebelum
pulang aku mau ngajak puti untuk beli es krim dulu ah.
''mau beli es krim ga?''
''emang kita gak kesorean nyampe rumah nanti.''
''emang kita udah berapa kali nyampe rumah kesorean sih?
Makanya jangan jalan kaki kalo mau cepet nyampe''
''hehe sering banget. Tapi enakan kaya gini, kita bisa lebih
santai aja''
Saat sedang asyik ngobrol untuk membeli eskrim, tiba tiba
ada suara seorang memanggil.
''puti..'' kedengarannya seperti suara lelaki, entah siapa
tapi saat aku membalikkan tubuhku kulihat orang yang kemarin mencari puti juga.
''oh hai. Jar. Dari mana nih?''
''jalan jalan put, bosen dirumah. Oh ya jar kenalin dulu
dong ini sahabat aku, panggil aja lian''
aku bersalaman dan mengenalkan namaku begitu juga dengan
dia. Kalo aku liat kayaknya emang dia baik deh.
''wah boleh gabung gak?''
''boleh kok, gabung aja'' ujarku santai.
''ngomong ngomong mau pada kemana?''
''mau beli es krim nih, mau ikut?'' begitu ajak puti, aku
dan puti tidak melanjutkan cerita kami sebelumnya melainkan kami saling
berpandangan seakan berbicara 'baru tadi kita omongin orangnya udah nongol'
'iyaa'
''kenapa sih ko pada diem? Aku ganggu kalian ngobrol ya
tadi?''
''aah nggak kok, kamu gak keganggu kan yan?''
''eeh iya nggak kok. Oh ya gimana pindah disini enak gak? Ko
kamu bisa deket si sama puti? Dia kan orangnya judes gitu kalo belum kenal''
''lumayan enak sih aku betah kok. Gimana yaa emang gitu sih
tapi aku yakin ko kalau dia itu orang baik makanya deket deh.''
kami lama ngobrol dan bercerita tentang kegemaran masing
masing. Kami tenggelam dalam sebuah percakapan tanpa batas. Ia ternyata sehati
sama aku dan puti, dan setiap yang kami bicarakan selalu nyambung.
Bagiku anjar tak begitu buruk untuk seorang teman, dia juga
pengertian kok.
Dan percakapan sore itu merubah kami bertiga.
Berhari hari kami berteman dan bahkan sudah masuk bulan ke
bulan. Tapi tak pernah bosan untuk menghabiskan waktuku bersama mereka.
Kini mereka adalah orang orang spesial yang berhasil
membuatku membuka mata tentang indahnya persahabatan, tentang indahnya dunia
ini. Dan mereka benar benar jendelaku. Jendela hatiku, dan duniaku.
Dan kalian adalah pelangiku, kemarin, esok dan seterusnya.
Haaa aku mencintai kalian..