Jumat, 29 Agustus 2014

Laporan Effect

Laporan Oh Laporan, betapa indahnya cover depanmu dengan dihiasi oleh kata pengantar, lembar pengesahan dan daftar isi. Laporan, sungguh sabar aku melihat lembaranmu yang berpuluh puluh itu. Lembaran yang membuatku menghabiskan waktu malamku untuk menyelesaikanmu.

Laporan, mengapa kau bagi tubuhmu menjadi beberapa bab? Sehingganya membuat aku harus menyelesaikan beb demi bab. Membuatku berkutik pada bab 3 yang masih sangat membingungkan bagiku.

Laporan haruskah kau memiliki tempat untuk tulisan kasusku? Haruskah aku tuliskan pivasi klienku tentang penyakitnya, agar kau menjadi tahu untuk lebih mengerti bagaimana rasanya.

Bagiku kau tak lain adalah si karya ilmiah itu hanya saja kau lebih terperinci kepada proses keperawatanku. Laporan, jujur aku tak pernah marah padamu aku hanya kesal dengan format bagian tubuhmu yang suka diganti dengan sembarang membuatku harus mengubah beberapa bagianmu.

Laporan mungkin aku masih bodoh dan belum tahu apa apa tentang isi hatimu tapi yang aku tahu aku pasti dapat mengungkap isi pikiranmu. Walaupun aku tak dapat membaca isi hatimu.

Laporan terima kasih telah mengajari aku arti bersabar, teliti, rajin dan bertanggung jawab pada tugasku. Dan semoga ada hikmah dari setiap pembuatan bagian tubuhmu bukan hanya sekedar yang isi dengan copy ataupun paste tapi semoga aku dapat lebih memahami tentang keluhan para klienku itu. Aku yakin suatu saat aku dapat menjadi ahli dalam membuatmu, walaupun bukan saat ini. Tapi pembelajaran itu akan dimulai sejak saat ini sampai akhirnya aku mampu membuat dirimu dengan karangan juga kerja kerasku. Siapa tahu pengalamanku membuatmu akan memudahkan pekerjaanku suatu hari nanti. Selalu ada hikmah dari semuanya :) :)

#efek laporan belum selesai jadi begini nih. gapape ya yang penting tetap optimis :)

Sabtu, 16 Agustus 2014

Dirgahayu Indonesia

SELAMAT ULANG TAHUN NEGERIKU !!!

Well, udah 69 tahun aja ya merdeka. Tapi aku tahu, jauh sebelum kemerdekaan penjajahan sudah lebih dulu dirasa, pahitnya hidup telah dilalui bersama para pejuang bangsa. Kejamnya penindasan dan pertumpahan darah berjalan beriring waktu. Ratusan tahun sebelum Indonesia lahir, para pejuang sudah lebih dulu angkat senjata dan melawan habis habisan. Tak peduli, sekalipun harus mengorbankan nyawanya.

350 tahun kita dijajah Belanda, diambil tanah dan haknya, diperbudak jasanya, dibunuh dengan keji, tapi dari situlah kita belajar. Jika dulu, tak ada penjajahan tak kan ada sejarah tentang negeri ini, tak ada kata merdeka oleh bangsa ini.

Dirgahayu negeriku, sekarang telah berjalan puluhan tahun usiamu tapi kesejahteraan belum juga merata keseluruh pelosok tanah air. Aku masih melihat kemirisan di setiap sudut negeri ini. Kenapa? Karena aku masih harus melihat seorang anak yang harus putus sekolah karena tak ada biaya. Padahal di kemerdekaanmu yang sudah puluhan tahun ini seharusnya pendidikan adalah modal utama demi terciptanya moral anak bangsa, pendidikan juga salah satu jembatan penghubung antara kejayaan dengan kemiskinan. 

Bukankah pendidikan juga salah satu modal untuk mengharumkan nama bangsa? tapi Iinilah kenyataan yang harus dihadapi, tak sedikit anak yang harus putus sekolah dan justru menjadi pemulung, pengamen atau bahkan anak jalanan lain, dan tak sedikit juga anak bangsa yang telah maju ke kancah Internasional dan membawa nama bangsa.

Mahalnya biaya pendidikan tak meluluhkan semangat mereka, beberapa dari mereka rela bekerja keras demi bisa bersekolah.

Dirgahayu Indonesia, harapanku kedepan siapapun pemimpinnya aku harap mereka lebih bisa membawa Indonesia menjadi lebih baik lagi, mensejahterakan seluruh rakyat tanpa terkecuali bahkan sampai pelosok nusantara. Tengoklah mereka, pemuda pemudi bangsa yang sedang berjuang demi pendidikan, dukunglah mereka agar mereka dapat melanjutkan pendidikannya bahkan sampai ke luar negeri. Dan semoga negara Indonesia ini dapat menjadi negara yang aman, adil dan makmur, negara yang baldatun thayyibatun wa rabbun gofur :)
Selamat Ulang Tahun Indonesia, Berjayalah Negeriku !! :)