Selasa, 28 Januari 2014

My cerpen



PESAWAT ITU JAHAT MEMBAWAMU JAUH DARIKU

''aku bosen. Kamu bosen ga?''
''ngga tuh..'' ia masih terus memandangku.
''kamu kenapa sih ngeliatinnya ko begitu?''
''ga kenapa kenapa ko. selama ada kamu disini aku ga pernah bosen''
''iih mulai deh, gombal banget si.. Tapi aku bosen gimana dong?''
malam ini, aku tak mengerti dengannya. Ia jadi orang yang sok puitis dan dari gayanya nih orang kaya mau pergi jauh aja. Abis kalo ngeliatin aku jadi gimana gitu.. kan sebelumnya ga gitu.
''yaudah kita jalan jalan. Gimana mau?''
aku hanya menganggukkan kepala. Ia membuka mobilnya, dan membukakan pintu untukku. Sebelumnya ini bukan kebiasaan yang ia lakukan karena aku lebih suka buka sendiri.
''kamu kenapa si? Tau aku kan?''
''iya tau. Sekali aja yah.. ''
''yasudahlah. Aku masuk''
''kak, kenapa sih? Ko ga biasanya. Aku rasa kaka tuh aneh hari ini.''
''ngga ko. Masa sih?''
''iya. Kaka masih ga mau bilang sama aku? Kan kita udah lama bareng ka, jadi aku tuh tau mana kamu dan mana bukan kamu''
''dan menurut kamu ini bukan aku?''
''iya! '' aku membalikkan tubuhku dan menatap jalan yang telah kulewati. Aku tak mengerti ada apa dengannya sekarang. Ia masih tak mau bilang apa apapun kepadaku. Aku tau ini bukan dia yang sebenarnya.
Malam ini seharusnya lebih indah karna bintang dan teman temannya menunjukkan bahwa malam ini tak ada hujan.
''besok aku harus pergi''
aku diam seribu bahasa, aku mengira bahwa ia sedang bercanda. Taapi saat kulihat wajahnya, ia tak sedang bercanda, ia serius.
''kemana? Bukannya kalo pergi ataupun pulang kamu ga pernah bilang. Sekarang kenapa tibatiba begitu?''
''besok, aku mau urus beasiswaku ke jerman''
''haa? Secepat itu ka? Terus kamu lama buat urus semuanya?''
''ya.. aku juga langsung kuliah disana''
''ko kamu ga pernah bilang apa apa sama aku?''
''tadinya aku ga mau kamu tau.''
kenapa ia gamau aku tahu? Apa salah jika ku mengetahuinya? Tak seharusnya ia menyembunyikannya dariku.
''kenapa?''
''aku takut bikin kamu sedih.''
''justru kalo kamu ga bilang, aku malah sedih. Kalo aku nyariin kamu gimana? Harusnya kamu bilang sama aku. Terus terang sama aku. Kenapa giliran kamu udah mau pergi dan tinggal besok kamu baru bilang sekarang. Kamu jahat tau gak''
''aku ga mau kamu sedih gara gara aku pergi. Jangan sedih ya.. Aku akan selalu ngabarin ke kamu ko''
''kamu pede banget si. janji ya? Aku bakal tunggu kabar dari kamu terus. Tapi kamu jangan bohong''
''iya, i'm promise. iya aku ga bohong. kamu mau ga besok temenin aku ke bandara''
aku baru tau kalau ternyata pengajuan beasiswanya diterima. Dan dia mau pergi besok, berarti kapan bisa ketemu lagi? Aku sedih tapi aku gaboleh sedih didepan dia karena bisa buat dia khawatir, trus kalo gajadi pergi gimana? Kan beasiswa itu kerja kerasnya.
''hey!! Kamu bengong ya?''
''hah? Ngga ko. Ga bengong'' jelas jelas aku tadi bengong.
''tuh kan.. Kamu sedih ya?''
''iih ngga ko, ga sedih. Kenapa sedih? Kan harusnya aku seneng, kamu udah bisa gapai cita cita kamu tuh''
''oh gitu ya.. Kirain aku kamu sedih''
''kak boleh ga anterin aku pulang aja. Aku juga udah ngantuk, lagian kaka kan juga harus siap siap buat besok''

sampai didepan rumahku..
''aku mau kamu janji buat aku'' katanya serius, sebelum aku turun dari mobil
''janji apa?''
''kamu gaboleh sedih. Kamu jaga diri baik baik. Kabarin aku jangan lupa. Jaga kesehatan. Kejar terus apa yang udah kamu yakini selama ini. Bisa janji kan?''
sejujurnya kalau yang kuyakini itu kamu. Apa aku boleh kejar kamu? Tapi rasanya ga etis kalau aku yang harus ngejar kamu. Tapi aku juga gabisa lepasin kamu ka. Kamu satu satunya yang ada dihatiku ka. Aku gamau jauh dari kamu, tapi kalau aku larang kamu untuk ga pergi rasanya aku jahat sekali, tak membiarkan kamu mengejar yang sudah kau yakini.
''banyak sekali kak. Baiklah aku janji.. Udah ya aku mau turun daaah'' tak ada bedanya seperti dulu, janji yang pernah dibuat harus disahkan dengan jari kelingking.
ia menarik tanganku, reflek tubuhku berputar melihat tangannya yang tiba tiba menggenggam tanganku. Wajahnya yang selalu berubah hari ini.
''boleh aku peluk kamu..'' aku diam. Tapi segera ku anggukkan kepalaku.
ia memelukku erat. Ku dengar suara sesenggukan itu darinya. Tak terasa air matakupun ikut mengalir, merasa apa yang ia rasakan. Tak ingin jauh aku darinya.
''kaka nangis?''
''ah.. Ngga siapa yang bilang. Aku cuman kangen sama kamu. Kira kira kalo aku disana bisa ga ya meluk kamu kaya gini lagi?''
''sama aku juga kangen. Kamu bawa aja guling aku, biar kalo kamu kangen kamu peluk deh sebagai gantinya aku''
''kalo aku maunya kamu gimana. Kamu ikut aku yuk kesana. Mau?''
''hmm gimana ya ka maksudnya''
''bukan gimana gimana ko. Yaudah kamu masuk sana''
ku buka pintu mobilnya, satu kakiku sudah keluar tapi tiba tiba aku masuk lagi dan memeluknya untuk kedua kali. Kupeluk erat, dan kuteteskan air mataku sebanyak ku mau. Tapi segera ku usap air mata itu dan segera aku keluar. Masuk kerumah. Dan menuju kamar.
Aku melihat ia belum juga pergi dari rumahku. Masih didepan. Ku lihat dari jendela, tak berapa lama baru ia pergi.
Dan aku masih memikirkan kata katanya tadi. Ikut sama dia? Terus sekolahku gimana? Maksudnya tadi apa ya.. Apa artinya ia- . Ah mana mungkin sudah jangan berpikir aneh aneh. Ayo pergi tidur.

Keesokan harinya..
''sudah siap semua? Ada yang tertinggal ga?'' tanyaku sebelum ia pergi.
''sebenarnya sih ada.. Tapi ga mungkin kubawa sekarang.''
''emang kenapa? Pesawatnya penuh ya..''
''haha mana ada pesawat penuh, bukan gitu yang tertinggal itu hatiku, disini'' ia memegang tanganku dan mengusap lembut punggung telapakku.
aku mengalihkan pandangku.
''kalo udah ga ada yang ketinggalan berangkat aja yuk.'' aku melepaskan genggamannya, merapikan segera berangnya dan memasukkannya ke dalam taksi.
ia mendahuluiku masuk kedalam taksi. Diperjalanan kami sama sama diam. Bingung mau mulai pembicaraan dari mana. Ini gara gara dia berhasil membuat jantungku berdegup tak menentu, membuat darahku tak mengalir normal dan membuat nadiku berhenti mendadak.
Kira kira 1,5jam diperjalanan kami baru sampai dibandara.
''aku mau ke toilet ya..'' izinku setelah sampai disana.
''tapi.. Aku mau check in sebentar lagi. Kamu jangan lama lama ya'' aku menganggukkan kepala.
Sebenarnya aku ke toilet, hanya untuk mengusap air mataku yang tadi telah terbendung. Haruskah aku berpisah denganmu saat ini? Saat aku benar membutuhkanmu.
aku tak ingin lama lama didalam toilet. lalu aku segera keluar setelah aku mengusap seluruh air mataku.
''aku harus check in sekarang. Aku pergi dulu ya.. Jaga diri baik baik. Aku akan bawa kamu segera. Aku janji..'' ujarnya saat aku baru saja keluar dari toilet.
''hati hati. Kamu juga harus jaga diri baik baik. Akan aku tunggu janjimu'' aku memelukku lagi, erat dan tak ingin terlepas. Kau membalas pelukanku sama eratnya denganku.
''aku minta maaf. Aku pergi dulu ya..'' ia melepaskan pelukanku. Dan berjalan mundur masih memperhatikanku, melambaikan tangannya padaku, dan masih terus menatapku. Aku membalas lambaian tangannya. Aku tak mampu melihatnya pergi dariku, aku tak mampu melihat tatapan itu maka segera ku palingkan pandanganku, ku gerakkan tubuhku membelakanginya, lagi dan lagi tangisan itu mengalir dengan sangat cepat.
kembali kubalikkan tubuhku tapi ia sudah tak terlihat dalam pandanganku, aku mencarinya. sayangnya aku baru menyadari kalau ia selalu terlihat dalam Hatiku.
Dan pesawat itu meluncur dengan begitu cepat, membawamu ke tempat itu. Aku memperhatikan pesawat itu sampai tak lagi terlihat oleh mataku, ia sudah jauh terbang menyusuri awan awan yang putih dan bersih. Pesawat itu jahat sekali padaku karena membawamu jauh dari pandanganku, bukan hanya pandangan tapi jugaa jauh oleh ruang dan waktu. Aku berdoa semoga kau selalu baik baik disana, aku akan tunggu janjimu..