Andai aku dapat pergi, aku akan pergi keliling dunia bersama dirimu yang kini telah lebih dulu pergi. Mungkin takdir telah berkata lain tentang kita, ia mengatakan kalau kau bukan untukku, apakah ini hanya perasaanku?
Ini mimpi kita bersama, tolong jangan kau patahkan sayap burung yang rapuh ini. Sayap yang sejujurnya ingin menggapai awan yang lebih tinggi. Tuhan, jika memang burung ini harus kehilangan satu sayapnya berilah ia sayap yang lebih bagus dan indah dari sebelumnya.
Agar aku dapat menari dengan lebih indah diangkasa. Tuhan, andai yang hilang itu kembali, akahkah rasa yang indah itu kembali? atau bahkan yang perihpun mengiringi?
Takdir itu pasti adanya hanya saja aku masih belum mengerti apakah semuanya akan benar pasti, ini masalah hati akankah kembali atau tetap menjalani hidup ini sendiri.
Keragu-raguan itu kembali hadir, apa diri ini harus benar-benar pergi meninggalkan semua kenangan itu atau aku harus diam seperti saat ini? Mungkin terdengar sangat labil namun inilah aku yang masih terus dibayangi oleh bayang ilusimu.
Terkadang hati ini menolak, logika yang menekan keras untuk melangkah kedepan. Tuhan engkaulah yang membolak balikan hati, jangan biarkan aku menangis karena dilema hati ini.
Aku seperti orang bodoh yang selalu mengharapkan kamu kembali, yang nyatanya takkan pernah kembali. Tetapi dia mengatakan bahwa ia tetap ingin kembali jika ada kesempatan lain yang kuberikan lagi. Aku memang wanita biasa tapi tak semudah itu mengulang segalanya kembali apalagi hanya dengan kata katamu yang hanya kebohongan belaka.
Haruskah aku disini atau maju kedepan? Entahlah tapi jika aku harus kembali ke masa lalu itu hanya menyisakan luka bagiku. Hmm... kupasrahkan saja hidupku padaNya, hanya Ia yang terbaik yang kupunya. Mimpi indah akan menanti di masa depan sana membawa segala kenangan hidup dimasa lalu. Bersama cintaMu aku rasa akan lebih kuat.
Bersama kenanganmu aku coba untuk lebih tegar dan kokoh seperti batu karang yang tak mudah terhempas oleh ombak. Apakah hanya kenangan itu? Kenapa hati ini selalu berteriak untuk dapat mengulang masa lalu itu. Namun sejenak kupikir, masa indah yang mana? Masa indah saat kau pergi dan tak kembali?
Pertautan hati kecil ini tak pernah berhenti, saat hati ini berhenti aku takut, aku benar benar melupakan kenangan itu. Ketika aku telap siap melangakah jangan paksa aku untk kembali, kesendirian ini menjadikanku mengerti arti kebersamaan, maka jangan kau berikan keindahan yang semu itu lagi.
Kutaruh pena ini dengan berjuta rasa didada, sekarang aku telah jauh melangkah, menemukan rasa yang indah lainnya.
Mimpiku telah kugapai satu persatu tanpamu, awan dalam genggamanpun bukan angan - angan/ Tak ada lagi rasa kesepian dalam keramaian. Kulirik dirimu yang terjatuh saat aku bangkit, rasanya kau lebih bahagia jika dia membuatmu menangis..
Tuhan, maafkan diri ini yang bahagia ketika ia merasakan hal yang sama..
Nb: cerita ini hasil dari iseng - iseng berhadiah dengan teman sebangku saat guru tak ada dan saling bertukar pikiran.
Ini mimpi kita bersama, tolong jangan kau patahkan sayap burung yang rapuh ini. Sayap yang sejujurnya ingin menggapai awan yang lebih tinggi. Tuhan, jika memang burung ini harus kehilangan satu sayapnya berilah ia sayap yang lebih bagus dan indah dari sebelumnya.
Agar aku dapat menari dengan lebih indah diangkasa. Tuhan, andai yang hilang itu kembali, akahkah rasa yang indah itu kembali? atau bahkan yang perihpun mengiringi?
Takdir itu pasti adanya hanya saja aku masih belum mengerti apakah semuanya akan benar pasti, ini masalah hati akankah kembali atau tetap menjalani hidup ini sendiri.
Keragu-raguan itu kembali hadir, apa diri ini harus benar-benar pergi meninggalkan semua kenangan itu atau aku harus diam seperti saat ini? Mungkin terdengar sangat labil namun inilah aku yang masih terus dibayangi oleh bayang ilusimu.
Terkadang hati ini menolak, logika yang menekan keras untuk melangkah kedepan. Tuhan engkaulah yang membolak balikan hati, jangan biarkan aku menangis karena dilema hati ini.
Aku seperti orang bodoh yang selalu mengharapkan kamu kembali, yang nyatanya takkan pernah kembali. Tetapi dia mengatakan bahwa ia tetap ingin kembali jika ada kesempatan lain yang kuberikan lagi. Aku memang wanita biasa tapi tak semudah itu mengulang segalanya kembali apalagi hanya dengan kata katamu yang hanya kebohongan belaka.
Haruskah aku disini atau maju kedepan? Entahlah tapi jika aku harus kembali ke masa lalu itu hanya menyisakan luka bagiku. Hmm... kupasrahkan saja hidupku padaNya, hanya Ia yang terbaik yang kupunya. Mimpi indah akan menanti di masa depan sana membawa segala kenangan hidup dimasa lalu. Bersama cintaMu aku rasa akan lebih kuat.
Bersama kenanganmu aku coba untuk lebih tegar dan kokoh seperti batu karang yang tak mudah terhempas oleh ombak. Apakah hanya kenangan itu? Kenapa hati ini selalu berteriak untuk dapat mengulang masa lalu itu. Namun sejenak kupikir, masa indah yang mana? Masa indah saat kau pergi dan tak kembali?
Pertautan hati kecil ini tak pernah berhenti, saat hati ini berhenti aku takut, aku benar benar melupakan kenangan itu. Ketika aku telap siap melangakah jangan paksa aku untk kembali, kesendirian ini menjadikanku mengerti arti kebersamaan, maka jangan kau berikan keindahan yang semu itu lagi.
Kutaruh pena ini dengan berjuta rasa didada, sekarang aku telah jauh melangkah, menemukan rasa yang indah lainnya.
Mimpiku telah kugapai satu persatu tanpamu, awan dalam genggamanpun bukan angan - angan/ Tak ada lagi rasa kesepian dalam keramaian. Kulirik dirimu yang terjatuh saat aku bangkit, rasanya kau lebih bahagia jika dia membuatmu menangis..
Tuhan, maafkan diri ini yang bahagia ketika ia merasakan hal yang sama..
Nb: cerita ini hasil dari iseng - iseng berhadiah dengan teman sebangku saat guru tak ada dan saling bertukar pikiran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar