Jumat, 20 Desember 2013

pelangiku



PELANGIKU

''puti.. Jangan lari terus. Aku capek puti''
puti adalah temanku, sahabatku dan ia sungguh berarti bagiku. Tanpanya hariku takkan seperti yang ku bayangkan.
Ia perempuan manis dengan segala tingkah lucunya, meskipun ia sepantar denganku nyatanya ia lebih lucu dari pada aku. Dia baik dan wajahnya yang baby face membuat setiap orang yang melihatnya mengira kalau ia adalah adikku.
Aku memang lebih tinggi 15cm darinya, tapi ia tetap si imutku.
''liaaan.. Ayo kejar lagi. yah payah makanya jangan tinggi badan aja dong''
''aah kamu ya... Rese. aku mau marah''
''lho? Marah kok ngomong. Yaudah marah sanah''
aku pura pura marah dan membalikkan badan mau duduk. Capek. Hihi nyatanya aku tak bisa marah darinya.
''nih minum.. Capek kan?'' ia menyodorkan minumnya padaku.
''iihh sebel sebel sebel..'' aku mengacak acak rambutnya
''apaan deh? ngacak ngacak?''
''ngga apa apa. Aku sebel sama kamu. Kenapa sih kamu harus imut? Aku kan jadi susah moveon..''
''haha.. kayaknya aku tau deh quote itu. itu kan kata kata kamu buat akuu haha''
''iih geer banget. Emang mau banget aku bilang imut?''
''kan emang gitu kenyataannya wee''
nyebelin. Terus aja gitu. Bikin aku sebel. Tapi wajahnya bikin aku gabisa marah sama dia.
''kamu tau gak?''
''nggak, dan gamau tau''
''kamu itu seseorang paling baik buat aku. Kamu itu baik banget sama aku. Kamu itu pelanginya aku kalo habis ujan, soalnya cuma kamu yang bisa buat aku senyum setelah air mata itu mengalir''
''haaaa.. Kamu ko gitu sih ngomongnya. kamu juga bagai pohon buat aku yang selalu menabur oksigen dari setiap karbon yang ada. Kamu itu bunganya aku yang setiap hari mekar:)''
''hihi kita kok jadi mainan kata kata gitu sih. Eh tapi lanjutin yuk. Bagus bagusan. Berani gak?''
''yee siapa takut. Ayo dari kamu lagi.''
''oke oke. Kamu itu kaya bangku yang siap aku dudukin saat aku lelah. Dan kamu seperti bintangnya aku tapi bedanya gak perlu malam hari buat nemenin tidurku justru sehari hari''
''oooohh. Kamu itu seperti alarm yang gak perlu nunggu bunyi untuk mengingatkanku. Dan kamu itu jendelaku karena darimu aku mengenal dunia ini''
''haha.. Sosweet. kamu itu kaya baju yang aku perlukan setiap waktu, setiap hari dan seterusnya. Kamu juga buku ku yang siap membagi isinya kepadaku.''
''isi apa sih say? Haha. Kamu bagai kupu kupu bagiku karena kamu bikin aku terbang dengan indahnya bersama mimpi mimpi kita''
''isi dari impian kita lah cinta. Oke udahan deh, kita istirahat dulu ya?''
''oke.. Eh kemarin ada laki laki nyariin kamu tuh. Tapi kok aku ga kenal ya? Mukanya asing gitu deh''
''oh iya aku belum cerita sama kamu. Dikelas aku dapet anak baru, lumayan cakep tapi dia baik banget, dia sebangku sama aku. Namanya anjar''
''pantesan, dia nyariin kamu. Emang udah berapa lama?''
''belum lama banget sih, ya kira kira tiga harian lah. Besok aku kenalin deh, dia baik kok''
''oke deh terserah kamu aja. kita pulang yuk udah lama nih kita disini''
aku menarik tangannya, dan mengajaknya pulang tapi sebelum pulang aku mau ngajak puti untuk beli es krim dulu ah.
''mau beli es krim ga?''
''emang kita gak kesorean nyampe rumah nanti.''
''emang kita udah berapa kali nyampe rumah kesorean sih? Makanya jangan jalan kaki kalo mau cepet nyampe''
''hehe sering banget. Tapi enakan kaya gini, kita bisa lebih santai aja''
Saat sedang asyik ngobrol untuk membeli eskrim, tiba tiba ada suara seorang memanggil.
''puti..'' kedengarannya seperti suara lelaki, entah siapa tapi saat aku membalikkan tubuhku kulihat orang yang kemarin mencari puti juga.
''oh hai. Jar. Dari mana nih?''
''jalan jalan put, bosen dirumah. Oh ya jar kenalin dulu dong ini sahabat aku, panggil aja lian''
aku bersalaman dan mengenalkan namaku begitu juga dengan dia. Kalo aku liat kayaknya emang dia baik deh.
''wah boleh gabung gak?''
''boleh kok, gabung aja'' ujarku santai.
''ngomong ngomong mau pada kemana?''
''mau beli es krim nih, mau ikut?'' begitu ajak puti, aku dan puti tidak melanjutkan cerita kami sebelumnya melainkan kami saling berpandangan seakan berbicara 'baru tadi kita omongin orangnya udah nongol' 'iyaa'
''kenapa sih ko pada diem? Aku ganggu kalian ngobrol ya tadi?''
''aah nggak kok, kamu gak keganggu kan yan?''
''eeh iya nggak kok. Oh ya gimana pindah disini enak gak? Ko kamu bisa deket si sama puti? Dia kan orangnya judes gitu kalo belum kenal''
''lumayan enak sih aku betah kok. Gimana yaa emang gitu sih tapi aku yakin ko kalau dia itu orang baik makanya deket deh.''
kami lama ngobrol dan bercerita tentang kegemaran masing masing. Kami tenggelam dalam sebuah percakapan tanpa batas. Ia ternyata sehati sama aku dan puti, dan setiap yang kami bicarakan selalu nyambung.
Bagiku anjar tak begitu buruk untuk seorang teman, dia juga pengertian kok.
Dan percakapan sore itu merubah kami bertiga.
Berhari hari kami berteman dan bahkan sudah masuk bulan ke bulan. Tapi tak pernah bosan untuk menghabiskan waktuku bersama mereka.
Kini mereka adalah orang orang spesial yang berhasil membuatku membuka mata tentang indahnya persahabatan, tentang indahnya dunia ini. Dan mereka benar benar jendelaku. Jendela hatiku, dan duniaku.
Dan kalian adalah pelangiku, kemarin, esok dan seterusnya. Haaa aku mencintai kalian..  

Tidak ada komentar: