Setiap kali melihat wajahnya
Aku selalu bertanya, mengapa tubuhku tiba tiba kaku?
Mengapa langkahku terburu buru?
Mengapa lidahku kelu?
Tapi saat tak ada dirinya
Aku selalu merindukannya
Mengharap kehadirannya dimimpiku
Saat ia berjalan maju ke arahku
Aku hanya dapat diam disana
Tak bergerak juga tak bicara
Masih terdiam kaku
Saat ia menatapku
Aku tak dapat menatapnya
Aku hanya dapat menunduk sempurna
Tanpa harus berbicara atau kembali memandangnya
Aku hanya dapat diam
Ketika cinta itu perlahan datang
Aku hanya dapat diam
Ketika rasamu mengetuk pintu hatiku yang terdalam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar