Jumat, 28 Februari 2014

Andai Kutahu Apa Itu

Aku masih terjaga sampai tengah malam, walau mataku mengantuk tapi tidak pada diriku. Sepertinya ada yang aneh padaku, mengapa aku masih terus memikirkanmu yang jelas jelas kamu tak oernah memikirkan aku? mengapa aku masih dengan pedenya menyembunyikan perasaan ini yang memang tak seharusnya kamu tahu.
Bukankah aku dan kamu hanya dapat bertemu seminggu sekali? dan setiap pertemuan itulah timbul tanya besar pada diriku. Saat aku melihatmu aku hanya dapat berkata apa yang aku rasakan? seperti apa rasanya? aku masih terus dan mencoba berulang ulang tentang perasaan itu. aku mencoba mengidentifikasi keanenhan itu tapi sayangnya tak kutemukan jawabannya.
Aku selalu heran dengan diriku saat pertemuan itu datang malamnya aku tak pernah bisa tidur, dan selalu terbayang dirimu saja. Lagi dan lagi aku mulai bertanya pada diriku terutama hatiku. Sebenarnya apa yang terjadi? mengapa rasanya begitu abstrak sampai aku tak tahu perasaan apa itu. yang aku tahu bahwa aku selalu memperhatikanmu dalam diamku, dalam setiap pertemuan kita. Aku tak pernah bisa secara langsung menatapmu, aku takut, sungguh dan jujur aku takut. aku hanya dapat memperhatikanmu dalam diamku.
Apakah kamu pernah merasa jika aku selalu memperhatikanmu? ah mungkin tidak. Tak ada yang perlu dirasa olehmu, karena bagimu itu tak penting bukan? maka lupakanlah. Tapi tidak untukku, itu penting. penting karena aku ingin tahu ada apa sebenarnya dengan perasaanku.
Saat malam seperti itu, aku hanya diam dan terus menerka bagaimana perasaanku, tapi masih tidak terdeteksi. Ku paksakan untuk memejamkan mata tapi tak bisa. Aku bangun dan terjaga lagi, masih terus dengan bayangan mu yang memutar diotak kepalaku seperti kaset yang tak pernah bosan diputar. Begitu seterusnya, berputar seiring dengan berjalannya waktu, kadang aku bertanya kenapa bayanganmu selalu berputar disekitarku, apakah kamu punya lintasan tersendiri dalam memutarinya. Apakah lintasanmu sama dengan lintasan bumi atau bulan? entah lah sampai sekarang itu masih tanda tanya besar padaku..
Seandainya kamu tahu kalau aku selalu memperhatikanmu mungkin kamu akan lebih memberi jarak untuk kita bertemu.. Maaf dan maafkan aku..

Dari Pemerhati Rahasiamu

Tidak ada komentar: